Press "Enter" to skip to content

Bambang Calon Kapolri, F-PG Harapkan Sutanto Tidak Tergiur Jadi Wapres

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memutuskan melakukan penggantian Kepala Kepolisian Negara RI. Presiden mengusulkan Komisaris Jenderal Bambang Hendarso Danuri menggantikan Jenderal Sutanto yang pada 1 Oktober 2008 akan memasuki usia pensiun.

Ketua DPR Agung Laksono, Rabu (10/9) pagi, telah menerima surat dari Presiden perihal pencalonan Bambang sebagai Kepala Polri itu. ”Presiden hanya usulkan satu nama, yaitu Komjen Bambang Hendarso,” ujarnya.

Dengan masuknya usulan calon Kepala Polri dari Presiden, DPR akan segera melakukan uji kepatutan dan kelayakan sebagaimana diatur UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. Uji kepatutan dan kelayakan akan dijadwalkan dalam rapat Badan Musyawarah DPR, Kamis (18/9).

Yudhoyono semalam bertemu dengan Sutanto dan Bambang di sela-sela kunjungannya di Madiun, Jawa Timur. Pertemuan itu, antara lain, untuk mengetahui kesiapan Bambang menjadi Kepala Polri.

Menurut salah satu unsur pimpinan fraksi di DPR, Tjahjo Kumolo, hingga Selasa malam, di lingkungan Istana sudah mengerucut pada dua nama. Bambang diperdebatkan dengan Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan Komjen Iman Haryatna. Namun, Bambang akhirnya yang dipilih. ”Bambang itu kader kepercayaan yang disiapkan Sutanto. Jadi, kalau Sutanto diganti, pasti Sutanto yang merekomendasikan kepada Presiden. Rekam jejak Bambang cukup bagus. Ia figur keras tanpa kompromi,” ujar Tjahjo Kumolo.

Lebih baik bersabar

Mengenai eksistensi Sutanto ke depan, Ketua Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR Priyo Budi Santoso menduga Sutanto akan dilamar banyak parpol untuk menjadi wakil presiden karena selama ini cukup berhasil memimpin Polri. Namun, ia menyarankan agar Sutanto tidak tergoda. ”Pak Tanto harus berhitung secara politik, lebih baik bersabar,” katanya.

Bambang sampai Rabu sore belum bersedia berkomentar soal pencalonan dirinya.

Ditanya wartawan apakah dirinya sudah siap menjadi Kepala Polri, Bambang hanya mengangkat tangannya ke kepala bersikap hormat sambil tersenyum.

Pengamat kepolisian dari Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar, mengatakan, Kepala Polri yang baru hendaknya melanjutkan komitmen Sutanto. ”Khususnya dalam pemberantasan judi, pembalakan liar, kasus Munir harus dilanjutkan,” kata Widodo.

Menurut Widodo, masih ada masalah krusial yang belum terselesaikan di Polri, yaitu reformasi kultural. (SUT/SF/INU)

sumber : kompas