Belajar Membagi Cinta Ditengah Kenaikan Harga BBM

Akibat kenaikan harga BBM pada 2005 jumlah angka kemiskinan meningkat dari 15,97% pada Februari 2005 menjadi 17,75% pada Maret 2006 (Hasil Susenas EPS, 2006). Menurut EPS, angka kemiskinan saat ini sekitar 36,8 juta jiwa atau 16,85 persen dari total penduduk Indonesia.

Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi memperkirakan, kenaikan harga BBM berpotensi menambah jumlah orang miskin sebesar 15,68 juta jiwa. Pengangguran akan meningkat 16,92 persen. BPS memperkirakan akan sebesar 10,11 juta pada Agustus 2007.

Ini adalah gambaran kemiskinan absolut dimana orang, tidak mampu menyediakan makanan pokok untuk kehidupan sehari-hari. Kalau diperhitungkan dengan kebutuhan pada akses sekolah, pekerjaan, perumahan dan sebagainya, orang miskin di Indonesia bisa mendekati seratus lima puluh juta orang. Suatu angka fantastis yang bisa menimbulkan kerusuhan sosial sangat besar.

Ketika harga BBM naik minggu lalu, rakyat makin tercekik. Daya hidup buruh, petani miskin, pegawai negeri rendahan, prajurit rendahan, nelayan, kaum intelektual, pedagang kccil makin buruk. Buruh terancam PHK akibat efisiensi karena mahalnya ongkos produksi. Perusahaan-perusahaan kecil dan menengah terancam bangkrut- Nelayan tak mampu melaut akibat mahalnya biaya solar. Ibu rumah tangga pusing karena harga minyak tanah dan gas melambung. Ongkos tranportasi umum naik, biaya sekolah pun naik diikuti dengan naiknya kebutuhan pokok seperti lauk pauk dan sandang. Beban sangat berat akan terasa bagi pekerja berpenghasilan tetap yang tidak memiliki pekerjaan lainnya. Angka anak putus sekolah akan meningkat tajam karena tidak sanggup membayar uang gedung, SPP, biaya buku dan seragam sekolah. Indonesia mulai krisis berat!

Di tengah krisis dan penderitaan banyak orang marilah belajar membagi cinta dan kehidupan bagi semua. Sekaranglah saatnya menjadi berkat, dan menjadi berkat seluas-luasnya agar: “ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku rninum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan, ketika Aku sakit, kamu melawat Aku, ketika Aku…..” (Matius 25:35-36)

Tuhan Yesus memerintahkan, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. ‘(Mat 7:12) Mari kita mewujudnyatakannya sepanjang minggu ini.

Disarikan dari Khotbah Minggu 1 Juni 2008 oleh Pdt. Wee Wilyanto, S.Th, M.Si di GKI JL. Maulana Yusuf Bandung