Press "Enter" to skip to content

Bernard Simamora, Pilihan Warga Kota Bandung dan Cimahi dari Kampus ke DPRD Jabar di Pemilu 2009

Calon Anggota DPRD Jabar Dapil I Kota Bandung Cimahi No. Urut 4 Partai Demokrasi Pembaruan
Calon Anggota DPRD Jabar Dapil I Kota Bandung Cimahi No. Urut 4 Partai Demokrasi Pembaruan

Di sela-sela kegiatannya sebagai praktisi pendidikan, usawan muda, insan pers dan pengamat sosial, tim PI berhasil “mencuri waktu” Drs. Bernard Simamora, S.IP, MBA untuk wawancara ekskulsif sekaitan pencalonannya menjadi Anggota DPRD Jabar dari Daerah Pemilihan Kota Bandung dan Cimahi di Pemilu 2009. Berikut petikan wawancara singkat Hanafi wartawan PI (PI) dengan Drs. Bernard Simamora, S.IP, MBA (BSM) di ruang kerjanya di JL. Kiaracondong 416 Bandung, Jumat baru lalu.
PI : Apa tidak salah, seorang pendiri berbagai lembaga pendidikan seperti Bapak banting setir jadi politisi?
BSM : Apanya yang salah? Pertama, saya mengganggap, menjadi anggota DPRD tidak harus dipandang sebagai politisi dalam pengertian citra negatif. Mengapa? Karena legislatif di era mendatang bukan lagi soal lobi-melobi menggolkan kepentingan dan semacam itu. Yang dibutuhkan adalah anggota Dewan yang kapabilitas dan pengalamannya berimbang dengan kapabilitas eksekutif dimana keduanya berpartner membangun bangsa. Saya sebagai yang pernah mendirikan Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah dan berbagai Lembaga Pendidikan yang kesehariannya berinteraksi intensif dengan masyarakat luas, yakin, bila kelak terpilih, akan mampu berpartner dengan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jabar untuk membangun pendidikan bermutu di Jabar, sekaligus mengingkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) secara signifikan di Jabar.
PI : Jadi Bapak ingin naik kelas menjadi anggota DPRD Jabar yang membidangi pendidikan?
BSM : Pertama, saya koreksi. Menjadi anggota DPRD Jabar bagi saya bukan naik kelas. Hanya, spektrum pelayanan dan karya saya bisa meluas dan lebih bermanfaat bagi lebih banyak orang, yaitu seluruh Jawa Barat. Saat ini, sebut saja bahwa saya berkarya di lingkup mikro – dimana all-out terdependensi total terhadap saya. Sumber daya modal, manajemen, inovasi, visi dan misi pada lingkup mikro pada berbagai bidang yang saya dirikan seluruhnya bergantung pada saya. Sedangkan, kalau saya duduk di DPRD Jabar, saya turut mengarahkan dan memperjuangkan sumberdaya yang begitu banyak yang dimiliki pemerintah di Jabar bisa diimplementasikan dengan efektif dan efisien untuk kemakmuran rakyat, pendidikan bermutu dan gratis, keterjaminan kesehatan.
PI : Melulu tentang pendidikan?
BSM : Tidak. Jelek-jelek begini, saya juga entrepreneur, sudah terbiasa membuka lapangan kerja, bahkan sejak menjadi mahasiswa ITB semester 8. Walaupun tidak kaya. Saya juga ilmuwan kecil-kecilan, di bidang teknologi, ilmu pemerintahan maupun manajemen bisnis. Saya mengerti bagaimana meningkatkan perekonomian rakyat. Saya juga mengerti manajemen pelayananan pemerintah kepada rakyat. Saya mengerti bagaimana membuka lapangan kerja baru. Nah, inilah yang hendak saya sumbangsihkan kepada banyak orang dimana saya diberi kesempatan mengimplementasikannya. Nah, saya berkarya di Jawa Barat, ya, saya dedikasikan kapabilitas saya untuk Jabar!.
PI : Bagaimana dengan posisi Bapak sebagai pemimpin media cetak dan media on-line? Apakah turut mempengaruhi kapabilitas Bapak?
BSM : Jelas. Mendirikan dan memimpin media massa yang pernah menjadi koran Harian pada tahun 2005 ini mengasah sesivitas saya terhadap persoalan yang ada. Lebih peka, lebih menguasai data, mengenal lapangan. Setelah 5 tahun berkiprah di media massa, saya makin sadar. So much to do, if I only had time. Dream be come true… untuk Jawa Barat.
PI : Bagaimana elektibilitas Bapak? Apakah Bapak yakin bisa terpilih? Kira-kira segmen apa massa pemilih Bapak?
BSM : Saya memulainya dengan keyakinan dan optimisme. Bila tidak yakin, tidak akan mencalonkan diri. Segmen pemilih saya kira-kira adalah masyarakat yang menginginkan pendidikan yang bermutu namun murah bahkan gratis. Sedikit banyak diantara mereka rlatif mengenal saya.
PI : Seberapa banyak di segmen ini?
BSM : Tidak terlalu banyak sih. Alumni dari beberapa lembaga pendidikan yang saya dirikan dan kelola sendiri di kota Bandung sejak 18 tahun lalu ada tiga puluh ribuan, persisnya 36.255 orang. Dan rata-rata mereka kini sudah punya hak pilih, disamping efek domino di keluarga, rekan dan lingkungan mereka.
PI : Tidak ada jaminan mereka akan memilih Bapak.
BSM : Betul Sekali. Setidak-tidaknya mereka kenal saya, dan saya berharap dipilih. Bilamana tidak dipilih, ya belum saatnya. Just trying, nothing to loose!
PI : Segmen lainnya yang diharapkan memilih Bapak? Perkiraan berapa?
BSM : Rekan kerja dan mantan rekan kerja serta teman-teman di berbagai profesi dan organisasi. Mantan rekan kerja, mungkin ada sekitar 4000 orang yang pernah bekerja sama di usaha-usaha yang pernah saya buka seperti di media massa yang saya pimpin, konveksi-garmen, perbengkelan, percetakan, dan organisasi dimana saya terlibat.
PI : Selain itu?
BSM : Segmen kultural saya, komunitas-komunitas sosial lainnya diperkirakan ada ratusan ribu orang.
PI : Bilamana terpilih apakah Bapak akan mundur dari seluruh posisi Bapak sekarang ini?
BSM : Saya akan mundur dari posisi yang bertentangan dengan posisi seorang yang duduk di DPRD. Mi-salnya, mundur sebagai kontraktor, mundur sebagai Pemimpin Redaksi, dan akan menggunakan kapabi-litas saya secara optimum sebagai anggota DPRD Jabar. (Hanafi)
Sumber : Pelita Indonesia