Press "Enter" to skip to content

Caleg Golkar harus Merakyat

Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono meminta kader Golkar, khususnya mereka yang menjadi calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu 2009 agar senantiasa mendekatkan diri dengan rakyat. Karena, yang menentukan apakah bisa lolos menjadi anggota DPR adalah suara rakyat yang diperoleh dalam pemilu.
Imbauan tersebut dilontarkan Agung kepada pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/8) saat tiba dari Kendari melantik DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara hasil Musyawarah Luar Biasa (Munaslub).

Menurutnya, Golkar pada Selasa (19/8) akan menyerahkan daftar caleg ke Komisi Pemilihan Umum. Para kader yang masuk dalam daftar caleg, kata dia, belum pasti akan terpilih menjadi anggota dewan, karena yang menentukan adalah suara rakyat.
“Jika ingin jadi (anggota DPR) bukan mendekatkan diri dengan pimpinan partai, tapi dekatilah rakyat yang akan memilih.Kader Golkar tidak perlu bergantung ke atas, tapi harus mengakar ke bawah,” ujarnya.

Ia menyebut tiga syarat utama yang harus dipenuhi para caleg Golkar, yakni populer, kompeten atau punya keahlian, dan tidak memiliki masalah hukum atau amoral. “Jika semua syarat tadi dipenuhi, mereka harus turun mendekati para pemilih di daerahnya”.

Kebijakan Partai Golkar menyerahkan penentuan caleg jadi berdasarkan suara terbanyak, jelasnya, memberi peluang kepada kader yang benar-benar memiliki konstituen untuk menjadi wakil rakyat. Dengan demikian, sambungnya, diharapkan mereka benar-benar mengutamakan aspirasi yang datang dari daerah pemilihannya.

Agung juga meminta para kader yang sudah masuk dalam daftar caleg untuk tidak pesimistis sebelum berkampanye. Karena, rakyat masih memiliki persepsi positif bahwa Golkar merupakan partai yang sarat pengalaman. Mulai dari partai yang berkuasa, partai di luar pemerintah, dan kini partai pendukung pemerintah sampai dengan habisnya masa jabatan SBY- JK tahun 2009.

Selain terbukti memiliki sumber daya manusia yang handal, kata dia, Golkar juga punya infrastruktur partai sampai ke tingkat desa. Masalahnya, tanya Agung, apakah kader-kader Golkar yang ada di desa, RW, dan RT masih ada atau tidak.

“Tugas Bappilu untuk melakukan pemantauan dan menyegarkan kembali para fungsionris partai di tingkat desa dan kelurahan. Bentuklah segera pokar-pokar di tiap RW dan RT,” ucapnya.

Agung menyatakan, dengan adanya pokar itu maka akan memudahkan Golkar melakukan kampanye dan merancang program untuk mendekati masyarakat. Pola kampanye yang dikembangkan Golkar, paparnya, bukan dengan hura-hura tapi face to face, door to door, bahkan heart to heart.

“Sampaikan pesan-pesan partai yang menyejukan, bersikap dan bertindak yang tidak menyakiti rakyat. Karena Partai Golkar menginginkan perubahan yang lebih baik dan membawa rakyat lebih sejahtera,” tandasnya. (Hil/OL-2).

sumber : Media Indonesia