Press "Enter" to skip to content

Guru, Kunci Mutu Pendidikan

Guru dan pemimpin sekolah berperan sangat penting mewujudkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kualitas dan profesionalisme guru serta pemimpin sekolah perlu diupayakan berkelanjutan agar mencapai standar yang sama.

”Keberhasilan pendidikan di sekolah sebanyak 33 persen ditentukan guru dan 25 persen karena faktor kepemimpinan sekolah. Betapa pentingnya peran guru ini, maka standar profesionalisme guru harus dicapai dengan standar yang sama di tingkat ASEAN,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim pada pembukaan ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (7/12). Konferensi ke-28 ini bertema ”ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity”.

Pertemuan tersebut dihadiri organisasi guru dari Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan. Hadir pula dalam pembukaan Wakil Gubernur Bali Anak Agung Puspayoga dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo.

Musliar mendorong agar komunitas guru dan pemimpin pendidikan di ASEAN dapat berkolaborasi untuk mencapai kualitas dan standar pendidikan yang sama. Karena itu, organisasi guru dan pemimpin pendidikan di ASEAN perlu bekerja sama untuk merancang strategi peningkatan kualitas pendidikan dengan peningkatan profesionalisme guru agar kesenjangan di ASEAN bisa diatasi.

Menurut dia, para pendidik di kawasan ASEAN perlu bersama-sama mewujudkan pendidikan demokratis dan humanis. Pendidikan saat ini berkembang untuk membentuk siswa menjadi manusia yang utuh dengan menjalankan pengembangan hati dan pikiran secara bersamaan.

”Untuk itu, Indonesia saat ini sedang mereformasi kurikulum untuk meningkatkan pendidikan. Indonesia pun perlu belajar dari pendidikan yang ada di komunitas ASEAN untuk berbagi pendidikan berkualitas yang sudah dijalankan,” kata Musliar.

Nilai kemanusiaan

Sulistiyo mengatakan, kualitas guru sangat menentukan tercapainya kualitas pendidikan yang tinggi. Selain itu, guru memiliki peran strategis mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan, peradaban, akulturasi, dan membangun karakter bangsa di masa depan. Semua itu perlu sejalan dengan pembangunan politik, sosial, dan ekonomi yang sama pentingnya membangun ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun ACT dibentuk pada tahun 1978 sebagai asosiasi organisasi guru ASEAN untuk kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan. Pada pertemuan di Bali ini, pemimpin organisasi guru se-ASEAN membahas penguatan ACT untuk meningkatkan guru dan kualitas pendidikan di kawasan ASEAN.

Unifah Rosyidi, Ketua Panitia ACT 2012, mengatakan, pada pertemuan itu juga dibahas isu-isu yang disepakati pemimpin ASEAN untuk membentuk ASEAN Community 2015. ”Di bidang pendidikan ada standardisasi guru, kesejahteraan, kualitas, pertukaran guru dan siswa. Organisasi guru ini juga berharap kepada pemerintah untuk tetap memberi perhatian kepada guru,” kata Unifah.

Terkait dengan soal pendidikan humanis, Unifah mengatakan, butuh pembahasan karena demokrasi tidak bisa dipisahkan dari lingkungan sekolah. Karena itu, sekolah diharapkan menjadi tempat proses tumbuh demokrasi yang benar.

”Bagaimana menyiapkan guru dan proses pendidikan humanis dan demokratis juga perlu disepakati, dan ini jadi kesempatan saling belajar,” kata Unifah.

(sumber : Kompas)