Press "Enter" to skip to content

Kalau 1 Rupiah = 1 US Dolar

Jika harga 1 rupiah sama nilainya dengan 1 US dolar, kira-kira, apa saja yang terjadi di Indonesia?.

Dengan asumsi kurs negara tetangga dan lainnya tetap, inilah sedikit gambaran yang bakal terjadi:

Seluruh jalan di Indonesia macet total. Masyarakat bisa gonta-ganti mobil semaunya. Pasalnya, Honda City dapat dibeli dengan selembar dua puluh ribuan, Toyota Landcruiser dengan seratus ribuan tambah bonus Xenia, sepeda motor dengan dibeli dengan seratus lembaran seribuan.

Tambal Ban pinggiran jalan menghilang. Ban gembos, mobilnya yang diganti.

PLN akan makin kewalahan. Soalnya VCD Player, TV, Home Theatre, Kulkas, Dispenser, Microwave dan segala macam cukup dengan uang sepuluh ribuan sudah komplit.

Tidak ada lagi pasar loak. Masyarakat jadi malu untuk jual beli barang bekas karena tingkat kehidupan yang lebih baik karena UMK terendah perbulan Rp 450.000.

Kebijakan pengadaan RS7 (Rumah Sangat Sederhana Sehingga Selonjoran Saja Sangat Susah) oleh pemerintah diganti menjadi pengadaan Real Estate sangat-sangat mewah dengan kisaran harga 500.000 dolardolar.

Semua menjadi serba komputer termasuk sarana WC dan makan, karena komputer hanya Rp 500,-. Handphone tercanggih juga dibeli cukup dengan uang seribuan saja.

Masyarakat tidak pusing dengan isu Formalin. Dengan uang sedikit saja orang lebih memilih makan pizza, burger, McD atau keju dari pada harus ketakutan makan ikan asin, mie ayam atau baso tikus.

Seluruh pemain sepak bola dunia bakal ketransfer ke Indonesia. Bukan tidak mungkin Persib Bandung akan membeli David Beckham atau RonalDinho, sementara Persija Jakarta akan mengontrak Zinedine Zidane dan Ronaldo. Kebayang, pemain-pemain lokal akan bertanding bersama pemain-pemain kelas dunia.

Pengamen, pengemis dan tukang parkir bisa langsung keluar negeri sepulang kerja, langsung take off dan chek in di hotel-hotel mewah. Hawai, Hollywood bisa jadi sasaran berlibur warga desa Indonesia.

Departemen sosial, BKKBN, Menko Kesra, Kementerian Koperasi dan UKM, serta banyak instansi pemerintah yang mubazir (memang sekarang juga banyak) dibubarkan.

Maskapai penerbangan ditambah, PU Bina Marga diperbesar proyeknya, jalan-jalan dibuka membelah hutan, gunung dan sawah. Pimpro – Pinlak – PPK korup yang memperkaya diri boleh dipertahankan.

Pemerintah tidak perlu lagi mengutang di IMF. Hutang luar negeri dibayarkan hanya dari PAD Kota Bandung Rp 150 miliar cukup. Bisa jadi RI malah kasih bantuan ke negara-negara miskin.

Pendidikan Gratis. Hanya dengan BOS saja, sekolah akan kaya raya, fasilitas lengkap. Malah guru bisa menyumbang sekolah, bukan lagi siswa yang menyumbang (paksa) guru.

Korupsi merajalela tidak jadi masalah. Karena uang negara sangat berlebih, masyarakat sangat sejahtera. Bayangkan saja jika pengamen sekali nyanyi saja dapat duit 500 dolar, buruh pabrik mendapat gaji bulanan 600.000 dolar

Dlsb lah, pokoknya!

Sayang, rupiah akan mempunyai nilai tukar yang sama dengan dolar hanya impian sepanjang masa.

Sebab yang terjadi kini hanyalah pengeroposan sendi-sendi perekonomian bangsa, memiskinkan rakyat, yang cenderung melambungkan nilai dolar semakin melambung dari kisaran Rp10.000. Nasib……nasib!.

(A01/Bernad Simamora)