Press "Enter" to skip to content

Mahasiswa, Buruh Sandera Mobil Tangki Pertamina di Samarinda

Aksi unjuk rasa sekitar 600 mahasiswa dan buruh di Samarinda, Kaltim, diwarnai penyandaraan sebuah mobil tangki milik Pertamina, Rabu.

Penyanderaan diawali saat ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa dengan cara “long march” (berjalan kaki) dari Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul, di Jalan Pahlawan menuju Kantor Gubernur Kaltim.

Saat di jalan Bayangkara, mahasiswa langsung menyandera sebuah mobil tangki milik Pertamina yang sedang melintas.

Puluhan polisi yang mengawal ketat aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM itu, terlihat tidak berdaya saat puluhan mahasiswa langsung naik ke atas mobil bermuatan bensin itu.

Aksi unjuk rasa mahahsiswa dari berbagai perguruan tinggi di Samarinda itu kemudian berlanjut menuju kantor gubernur Kaltim. Aksi itu sempat memacetkan sepanjang jalan yang dilalui pengujuk rasa, sehingga polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas di beberapa jalur.

Namun, drama penyanderaan itu akhirnya berakhir saat pengunjuk rasa melewati Mapoltabes Samarinda. Walaupun sempat diwarnai ketegangan, namun polisi berhasil memaksa turun puluhan mahasiswa yang berada diatas mobil tangki tersebut. Mobil tangki itu kemudian dievakuasi, sementara mahasiswa terus melanjutkan aksi menuju kantor gubernur Kaltim.

Di sepanjang jalan, aksi unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM itu diwarnai aksi teatrikal beberapa mahasiswa.

Ketika sampai di depan kantor gubernur Kaltim, mahasiswa langsung memblokir dua jalur di jalan Gajah Mada, sehingga puluhan kendaraan terpaksa berhenti.

Namun, aksi pemblokiran itu tidak berlangsung lama, setelah polisi memaksa mahasiswa membuka salah satu jalur agar dapat dilalui kendaraan.

Nyaris bentrok

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dan buruh yang juga diikuti ibu-ibu tersebut, nyaris diwarnai bentrok, saat polisi memaksa mahasiswa membuka salah satu jalur yang diblokir.

Bentrokan berhasil dicegah setelah Kapoltabes Samarinda, Komisaris Besar Marwoto Soeto, meminta anggotanya tetap bersikap persuasif.

Setelah ditemui Gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh, pengujuk rasa akhirnya membubarkan diri. Namun, saat kembali ke kampus FKIP Unmul, mahasiswa sempat memblokir SPBU di Jalan Kusuma Bangsa.(*)

sumber: antaranews