Press "Enter" to skip to content

Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Rencana pemerintah pusat untuk menaikkan harga bahan bakar minyak dan memberikan subsidi bantuan langsung tunai kepada warga miskin terus menuai protes.

Ratusan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Front Pembebasan Nasional yang terdiri dari 25 elemen masyarakat dan mahasiswa di Sumatera Utara itu pada hari Jumat (16/5) menggelar unjuk rasa, memprotes kebijakan tersebut.

Mahasiswa dan warga berkumpul di Bundaran SIB, Jalan Gatot Subroto, lalu melakukan long march ke Kantor DPRD Sumut dan ke Kantor Gubernur Sumut.

Aksi unjuk rasa itu berlangsung tertib, tanpa acara teatrikal yang menghibur, kecuali lagu-lagu, yel, dan orasi.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa, di Makassar, dan di Padang, aksi mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Medan agak terlambat. Di daerah lain, penolakan itu sudah berlangsung sesaat setelah Presiden mengumumkan rencana kenaikan harga BBM.

Di Kantor DPRD, pengunjuk rasa ditemui Wakil Ketua DPRD Sumut Hasbullah Hadi yang menyatakan prihatin akan penderitaan warga yang akan terjadi karena kenaikan harga BBM.

Adapun di Kantor Gubernur Sumut, pengunjuk rasa ditemui Kepala Biro Ekonomi dan Sosial Sekda Sumut Jhom Edin Lumbangaol.

Faksimile

Melalui Kantor Gubernur Sumut, mahasiswa mengirimkan faksimile ke Istana Negara terkait tuntutan penolakan kenaikan harga BBM dan penolakan bantuan langsung tunai (BLT).

Isu lain yang diangkat para demonstran adalah nasionalisasi industri pertambangan dan migas serta lapangan pekerjaan dan jaminan perumahan layak untuk rakyat.

Di Kantor Gubernur Sumut, demonstran sempat berhenti beraksi untuk shalat Jumat. Setelah shalat selesai, para mahasiswa kembali melakukan demonstrasi dan masuk ke halaman tengah Kantor Gubernur Sumut yang dipagari petugas dengan dua lapis pagar kawat berduri. Setelah negosiasi, polisi menyingkirkan pagar tersebut dan menyilakan para mahasiswa masuk ke halaman tengah itu.

Sejumlah organisasi nonpemerintah dan mahasiswa, menurut rencana, akan melanjutkan demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM di Sumut pada Rabu (21/5) mendatang.

Robert, koordinator lapangan aksi mahasiswa, mengatakan bahwa unjuk rasa pada minggu depan akan menggalang massa yang lebih banyak.

Awal pekan ini, ratusan mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Padang menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Senin (12/5) di Kantor DPRD Sumut. Mereka menilai masyarakat belum siap menghadapi kenaikan harga BBM. (WSI)