Press "Enter" to skip to content

Penderitaan

Penderitaan bisa mengenai siapa pun. Ada yang menderita karena miskin dan lapar. Tetapi banyak yang menderita justru dalam lumbung kekayaan dan di puncak kejayaannya. Ada yang menderita karena bencana alam. Tetapi lebih banyak yang menderita karena bencana manusia. Bencana alam tsunami menewaskan dua ratus lima puluh ribu orang, tetapi bencana manusia berupa perang saudara tahun 1965 di Indonesia menewaskan dua juta manusia. Gempa bumi Portugal menewaskan scpuluh ribu orang, tetapi bom atom Hiroshima dan Nagasaki membinasakan ratusan ribu jiwa.

Ketika rakyat Aceh menderita akibat gempuran Tsunami, beberapa orang berkomentar miring. Ada yang berkata ‘masyarakat Aceh menderita akibat dosa tidak menerapkan hukum agama dengan sepenuh hati.’ Seorang pendidik melontarkan pendapat absurd: “penderitaan rakyat Aceh adalah penghukuman Allah yang menuntut pemisahan dan NKRI.” Sebagian lain menyebutkan bahwa ladang-ladang ganja di Aceh menjadi penyebab kemarahan Tuhan. Komentar-komentar ini bermuara pada satu hal: penderitaan adalah hukuman Allah atas manusia yang berdosa! Benarkah begitu?

Seandainya penderitaan terjadi karena dosa, setiap orang pasti menderita karena setiap orang berdosa. Hidup manusia pasti dipenuhi kemalangan. Dalam konsep ini, orang miskin, yang busung lapar dan yang sakit menderita karena dosa. Penderitaannya adalah hukuman Allah. Allah menjadi bengis dan garang. Allah menghajar setiap pendosa dengan kutuk, penderitaan dan bahkan kematian. Beruntunglah, iman Kristen menegaskan bahwa konsep itu salah besar! Allah tidak bengis. Sebaliknya, Alllah maha pengasih dan penyayang. Allah bagai gembala yang menjaga dan merawat domba yang menderita dengan kasih karuniaNya. Penderitaan bukan lagi hukuman Allah. Sebaliknya Allah berkomitmen menolong yang menderita dengan kasih setiaNya. Maka, orang yang menderita pun tak perlu dihakimi tetapi dirawat dan dilayani. Kita semua rawan terkena penderitaan. Itulah sebabnya kita semua harus saling merawat dan melayanl!

Tuhan Yesus memerintahkan, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. “(Mat 7:12, Mari kita mewujudnyatakannya sepanjang minggu ini.

Disarikan dari Khotbah Minggu 13 April 2008 oleh Pendeta Budiono Adi Wibowo, di GKI JL. Maulana Yusuf Bandung