Press "Enter" to skip to content

Penyaluran BLT di Medan Pakai Data 2005

Akurasi data rumah tangga miskin di Medan kini hanya tinggal 70 persen. Jumlah itu diperkirakan berdasarkan tingkat mobilitas penduduk sejak 2005 lalu hingga 2008. Pemerintah akan memakai data penduduk miskin 2005 sebagai dasar penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di Medan setelah keputusan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) keluar.

“Dalam waktu dekat ini, kami tidak mungkin memakai data baru. Untuk membuat data baru butuh waktu paling cepat tiga bulan. Pemerintah baru melakukan verifikasi September tahun ini, artinya data keluarga miskin yang baru bisa dipakai pada Januari 2009,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan, Aguslan Simanjuntak, Rabu (14/5) ditemui di kantornya.

Dia memahami jika nanti ada gejolak protes ke pemerintah. Protes serupa juga pernah terjadi saat data 2005 dipakai. Berdasarkan data BPS 2005, jumlah rumah tangga miskin di Medan mencapai 87.000 orang. “Saya pastikan mereka yang dapat BLT nanti hanya orang yang terdata pada 2005 lalu. Sebelum ada data baru, besar kemungkinan banyak dari mereka yang tidak termasuk daftar itu akan protes,” katanya.

BLT untuk masyarakat yang dimaksud antara lain dalam bentuk uang senilai Rp 100.000 per bulan, minyak goreng, dan gula. Adapun program pendampingnya meliputi beras miskin, asurasi kesehatan keluarga miskin, dan bantuan operasional siswa (BOS).

Pelaksana Tugas (Plt) Humas Pemerintah Kota Medan, Rusdi Siregar, mengatakan, belum ada putusan acuan resmi mana yang akan dipakai.

sumber : kompas