Press "Enter" to skip to content

Reformasi TNI Makin Nyata

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, reformasi Tentara Nasional Indonesia yang dimulai sejak tahun 1998 dengan segala jerih payah telah makin nyata hasilnya dalam bentuk profesionalitas. Presiden meminta TNI tetap melanjutkan pembinaan teritorial untuk menjaga kemanunggalan prajurit dengan rakyat.

”Pelihara kemanunggalan prajurit dengan rakyat. Pembinaan teritorial adalah sesuatu yang valid dan karena itu lanjutkanlah. Tetap dekat dengan rakyat,” ujar Presiden dalam sambutan buka puasa bersama dan silaturahim di Markas Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) 17 Kujang I/Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), Jakarta, Selasa (16/9).

Kemanunggalan prajurit dengan rakyat sebagai bagian dari pembinaan teritorial disebut Presiden sebagai salah satu dari karakter prajurit tempur atau operasional, seperti Linud dan Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus). Sebagai mantan Komandan Brigif Linud 17 Kujang I/Kostrad, Presiden perlu menegaskan hal itu kembali.

Penghapusan pembinaan teritorial sempat menjadi isu ramai pada Pemilu 2004. Ketika isu itu muncul, Yudhoyono membantah berencana menghapus pembinaan teritorial itu.

Buka puasa dihadiri sesepuh Brigif Linud, antara lain Himawan Sutanto, Faisal Tanjung, Wismoyo Arismunandar, Endriartono Sutarto, dan Agus Widjojo. Yudhoyono menjadi Komandan Brigif Linud 17 Kujang I/Kostrad pada 1993-1994.

Tablig akbar

Secara terpisah, Selasa malam, Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Tablig Akbar Majelis Rasulullah Muhammad SAW di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta. Dalam sambutannya, Wapres menekankan perlunya cara-cara damai untuk mencapai tujuan mendapatkan rida Allah.

”Saya sangat bangga menyaksikan umat Jakarta yang demikian banyaknya bisa berkumpul di sini. Beberapa waktu lalu di tempat ini, dengan tujuan yang sama, umat Islam juga berkumpul, tetapi dengan kekerasan. Mari kita capai tujuan itu dengan cara-cara damai,” ujar Wapres.

Kedatangan Wapres di tengah Majelis Rasulullah Muhammad SAW merupakan yang ketiga kalinya. Kehadiran pertama saat acara Maulid Nabi di Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar dan kedua pada peringatan Isra Miraj di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Selain Wapres, hadir juga mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab dan unsur pimpinan Majelis Rasulullah Muhammad SAW Habib Munzir al-Musawa.

Tablig akbar diikuti puluhan ribu umat Islam dari seluruh penjuru Jakarta. Dalam acara itu, didoakan pula para korban pemberian zakat di Pasuruan, Jakarta, dan didoakan pula kemajuan dan kemakmuran bangsa.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Nuzulul Quran di Pondok Pesantren Al-Falah II di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (inu/eld)

Sumber : Kompas