Press "Enter" to skip to content

Soal BBM, Gubernur Kaltim Ajak Demo

Pemprov Kaltim akhirnya menentukan sikap tegas dengan menolak rencana Pemerintah Pusat untuk menaikkan bahan bakar minyak (BBM). Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh bahkan mengajak warga bersama demo menolak kebijakan yang tidak populis tersebut.

Ngayoh juga menandatangani pernyataan tertulis di atas kertas bermaterei terkait penolakan itu. Turut bertandatangan dalam pernyataan itu adalah adalah para perwakilan mahasiswa, buruh, LSM dan ormas.

Surat itu kemudian di-fax langsung ke Kantor Sekretariat Negara, DPR RI, dan DPD RI di Jakarta. “Kalau nanti ada masyarakat lain yang menentang pernyataan kita ini, maka kita harus bersama-sama mendemo. Kita harus sepakat bersama menolak kenaikan harga BBM,” tegas Ngayoh dan disambut tepuk tangan ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Tolak Kenaikan Harga BBM yang berdemo di kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (21/5).

Yel-yel dukungan terhadap sikap Ngayoh ini pun serentak disuarakan para demonstran. Massa tampak mengelu-elukan Ngayoh sebagai pemimpin yang berani membela rakyat. Di hadapan para demonstran, Ngayoh juga mengaku senang dengan perjuangan yang berpihak kepada rakyat, khususnya rakyat miskin.

Aksi kemarin merupakan lanjutan dari aksi pada 19 Mei lalu. Kemarin, dari halaman Kampus FKIP Bahasa Universitas Mulawaran, massa bergerak melakukan longmarch melintasi jalan-jalan protokol menuju Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada.

Dalam perjalanan itu, tepatnya di Jl Bhayangkara, massa bertemu dengan sebuah mobil tangki milik Pertamina dari arah berlawanan. Spontan para pendemo berlarian mendekati mobil tangki, bahkan ada puluhan orang yang langsung menaiki mobil tangki itu, meminta mobil tersebut berbalik arah, bersama massa menuju gubernuran.

Kurang lebih 20 menit, mobil tangki dikuasai pendemo, sebelum akhirnya polisi dari Poltabes Samarinda menghalau pendemo yang berada di atas mobil tangki untuk turun, kemudian membebaskan mobil tersebut. Aksi pun dilanjutkan dengan terus meneriakkan kecaman terhadap pemerintahan SBY-JK yang dinilai tak berpihak kepada rakyat.

Selain orasi, aksi kali ini pun menampilkan teatrikal yang menceritakan tentang kesewenang-wenangan pemerintahan SBY-JK terhadap rakyat. Sepanjang perjalanan, tak sedikit warga yang melihat aksi kemarin menyatakan mendukung perjuangan para demonstran. Sekitar pukul 15.00 massa pun membubarkan diri dengan tertib sambil membagi-bagikan foto kopi pernyataan sikap yang ditandatangani Ngayoh kepada masyarakat dan sejumlah SPBU.

Di Balikpapan, demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan gedung DPRD ricuh. 75 mahasiswa lintas elemen berhamburan lantaran dikejar sejumlah aparat. Mereka berlari ke berbagai arah, termasuk menyeberang jalan, yang membuat puluhan kendaraan berhenti mendadak.

Sejumlah anggota DPRD akhirnya menemui para demonstran di depan gedung. Setelah berdialog, para legislator ini menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.

Aksi mahasiswa kemarin merupakan aksi untuk memperingati Harkitnas, sekaligus menolak rencana kenaikan harga BBM. Aksi Front Aksi Mahasiswa yang terdiri 7 elemen mahasiswa diawali di Lapangan Merdeka, kemudian mereka melakukan long march ke DPRD. Ketujuh elemen tersebut adalah GMNI, PMII, KAMMI, BEM STIKOM, BEM STT MIGAS, BEM AAB, serta BEM STIEPAN.

sumber : kompas