Press "Enter" to skip to content

Sori…Minyak Cepu Edisi Awal Nggak Dijual!

Produksi minyak mentah (crude oil) sumur minyak Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, yang dijadwalkan berproduksi akhir 2008 sebesar 20.000 barel per hari, tidak akan dijual ke luar.

“Produksi sumur minyak Blok Cepu tersebut akan dikelola sendiri oleh Pertamina, di antaranya melalui mini refinery di Bojonegoro dan  milik PT Humpuss Patagras di Cepu Jateng,” kata Direktur PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Cepu, Hestu Bagiyo Sunjoyo kepada Antara, di Bojonegoro, Kamis (15/5).

Hestu menyatakan sumur minyak Banyu Urip dijadwalkan akhir 2008 sudah berproduksi. Nantinya, distribusi minyak mentah tersebut melalui pipanisasi 6 inchi ke lapangan Mudi di Desa Rahayu Kecamatan Soko, Tuban yang dikelola Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java.

Sesuai kapasitas, minyak mentah yang diproses melalui mini refinery di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu, mencapai 6.000 barel per hari, dan yang diproses di mini refinery milik PT Humpuss Patragas di Cepu Jateng sebanyak 10.000 barel per hari. “Sisanya disalurkan melalui pipa distribusi 6 inchi ke Mudi dan diolah di tempat lain,” katanya.

Menurut dia, proses pembangunan mini refinery di atas tanah seluas 4 ha di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu, sudah mulai berjalan dan dijadwalkan akhir 2008 sudah rampung.

Yang jelas, katanya, Pertamina berusaha mengolah sendiri produksi minyak Blok Cepu, belum ada rencana menjual ke luar. Kecuali produksi minyak mentah Blok Cepu mengalami peningkatan setelah produksi berjalan.

Begitu pula, menurut dia, hasil gas alam cair dari sumur Jambaran Blok Cepu di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem. Penjualan ke luar baru dibahas pada 2013.

Tetapi Hestu Bagiyo Sanjoyo optimistis banyak pembeli yang berminat melakukan pembelian gas alam cair produksi sumur Jambaran di Bojonegoro. “Kalau gas sudah diproduksikan, pembelinya banyak. Sekarang saja sudah ada yang ’ngantre’,” katanya.

Sumur Jambaran di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem, yang potensinya diperkirakan mencapai 1,7 triliun kaki kubik, dijadwalkan pada 18 Mei ini mulai pengeboran pembuatan sumur.

Pembuatan  sumur dengan kedalaman berkisar 6.000 feet-7.000 feet sekaligus untuk memastikan potensi gas yang ada di samping melengkapi satu sumur lagi untuk menambah satu sumur yang sudah ada sebelumnya yang pengeborannya dilakukan pada 2001.

Sumber : Kompas.com