|
Ditulis oleh ARY MOCHTAR PEDJU
|
|
Oleh ARY MOCHTAR PEDJU Dalam masyarakat berbasis pengetahuan, interaksi di antara segitiga universitas-industri-pemerintah adalah sumber inovasi dan pembangunan” (Etzkowitz-Dzisah, 2008). Dalam diskusi Inovasi Nasional di Cikeas (12/9), Presiden Yudhoyono mengingatkan, Indonesia pernah terjebak debat Habibienomics vs Widjojonomics. Muncul dalam acara itu pembahasan tentang sinergi tiga pihak: universitas, industri, dan pemerintah. Sesudah itu, dalam Rembuk Nasional 2009, Presiden Yudhoyono mengatakan ”diperlukan reformasi pendidikan nasional agar bisa mengembangkan kewirausahaan dan inovasi”.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh FAISAL BASRI
|
|
Oleh FAISAL BASRI Cukup banyak pertanda bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga akan mulai naik kembali setelah selama tiga triwulan berturut-turut melemah. Ekspor sejak Mei 2009 selalu membukukan peningkatan bulanan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Razali Ritonga
|
|
Kecilnya kenaikan anggaran dalam APBN 2010 dibandingkan dengan anggaran sebelumnya mengisyaratkan pemerintah mulai kesulitan mencari sumber pembiayaan. Besarnya kenaikan anggaran itu hanya sekitar Rp 3,8 triliun (Kompas, 4/8/2009). Untuk memperbesar sumber pembiayaan negara pada tahun 2010, pemerintah, antara lain, berupaya meningkatkan pendapatan dari pajak. Direncanakan, penerimaan pajak tahun 2010 akan ditingkatkan menjadi Rp 729 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 661 triliun (Kompas, 6/8/2009).
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Bernard Simamora
|
|
Oleh : Cyrillus Harinowo Hadiwerdoyo Pekan lalu, pemerintah mengajukan RAPBN 2010 kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Jumlah penerimaan yang dianggarkan sebesar Rp 911,5 triliun dan pengeluaran Rp 1.000,5 triliun (Rp 3,8 triliun lebih tinggi dari APBN-P 2009). Dari jumlah itu, diperkirakan terjadi defisit sebesar Rp 98 triliun atau 1,6 persen dari produk domestik bruto.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Bernard Simamora
|
|
Oleh : Gatot Irianto Mengapa El Nino begitu mencemaskan sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu khusus menggelar rapat koordinasi terbatas? Ada dua argumen yang mendasari. Pertama, sistem produksi pangan amat sensitif terhadap El Nino dan pasokan air hujan. Kedua, komitmen kuat pemerintah mempertahankan swasembada pangan menuju ekspor pangan berkelanjutan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |