Sebagian Berawan

Bandung

24°C

Sebagian Berawan

Kelembaban: 94%

Angin: km/j

Arsip

Lupa-lupa Ingat "Indonesia Raya"

Lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” karya WR Soepratman terlewat dinyanyikan dalam pidato kenegaraan di Jakarta, Jumat (14/8). Setelah diinterupsi, pada akhir acara Ketua DPRD Agung Laksono mengajak peserta menyanyikan ”Indonesia Raya”. Ini menandakan, acara simbolik, rutin, dan ritual telah melupakan simbol penting sejarah kehidupan berbangsa.

Merdeka, Permainan Bahasa?

Apakah tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, tuan-tuan yang terhormat! Di seberang ’jembatan emas’ yang diadakan oleh Lenin itulah Lenin baru mengadakan radio-station, baru mengadakan sekolah, baru mengadakan Creche, baru mengadakan Djnepprostoff!” (Soekarno di depan sidang BPUPKI, 1 Juni 1945).

Junus Jahja dan Semangat Pembauran

Dimaki bagai kacang yang lupa pada kulitnya dan dituduh sebagai pengkhianat bagi kaum Tionghoa, tak membuat langkah Junus Jahja menyebarkan semangat pembauran surut ke belakang. Baginya, nasionalisme adalah harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Politik Kemerdekaan

Meraih kemerdekaan politik tidak berarti kedaulatan terjamin. Beberapa bulan setelah proklamasi, tentara Inggris mendarat di Surabaya, 25 Oktober 1945, mewakili pasukan Sekutu. Misi mereka adalah melucuti tentara Jepang dan mengembalikan Indonesia kepada Pemerintah Belanda sebagai jajahannya. Rakyat menolak dijajah kembali.

Menerjemahkan Nasionalisme Kita

Oleh Budiman Sudjatmiko

Republik Indonesia didirikan di atas sebuah niat baik (untuk dirinya dan dunia), 64 tahun silam. Niat baik itu memerintahkan saya dan Anda untuk membentuk pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia, apa pun latar belakangnya, dan yang melindungi tanah tumpah darah tempat kita berpijak sekarang.

Bagikan di facebook

Komentar Terakhir