“Surat Perpisahan” Ramadhan

Saudaraku,
Aku akan pulang…

Sudah di 26 hari aku bertamu namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.

Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh…

Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.

Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.

Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.

Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Saudaraku, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan.

Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesiaan.

Percayalah, Aku pulang belum tentu kan kembali datang…
Sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.

Masih ada “5” hari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang…

“Karena TIDAK ADA JAMINAN umurmu akan bertemu lagi, di Ramadhan yg akan datang”

Saudaramu,
RAMADHAN “`