Press "Enter" to skip to content

Wapres Jamin Kenaikan BBM Tidak Akan Tambah Orang Miskin

Wakil Presiden (Wapres), M. Jusuf Kalla, menjamin bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan menambah jumlah orang miskin baru, tetapi hanya mengurangi kenikmatan orang mampu.

“Kita jamin tidak akan tambah orang miskin, justru kita akan bantu orang miskin. Kita hanya mengurangi kenikmatan orang-orang mampu,” kata Wapres saat membuka Temu Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah di Istana Wapres Jakarta, Rabu.

Menurut Wapres, jika harga BBM tidak dinaikan maka subsidi yang dikeluarkan pemerintah akan mencapai sekitar Rp250 triliun sampai Rp300 triliun.

Padahal, menurut Wapres, yang menikmati subsidi tersebut 80 persen adalah orang mampu yang menggunakan mobil.

Wapres menjelaskan, jika tidak dinaikan maka untuk menutup subsidi tersebut hanya dengan dua cara yakni uang pinjaman atau mengurangi anggaran departemen lain.

Namun, katanya, jika dengan uang pinjaman maka tidak ada lembaga keuangan yang bersedia memberikan pinjaman jika hanya untuk dibakar.

Sementara itu, menurut Wapres, jika mengurangi anggaran departemen lain, misalnya pendidikan atau kesehatan, maka orang tidak akan mau.

“Jadi yang kita perbaiki adalah memperbaiki keadilan. Kita kurangi kenikmatan orang mampu,” kata Wapres.

Menurut Wapres, untuk sebuah kenikmatan negara tidak harus membayarnya. “Jika harga bensin mahal, maka dikurangi jalan-jalannya dan penggunaan AC-nya. “Kadang-kadang orang hanya asal `ngomong saja,” kata Wapres.

Dalam kesempatan itu, Wapres menjelaskan, menjadi pemimpin negara bukan asal populis. Menurut Wapres, seorang pemimpin adalah memimpin orang. “Kalau hanya mengikuti apa kata orang maka itu bukan pemimpin tetapi merupakan koordinator orang,” katanya.

Wapres mengataka, seringkali orang hanya berfikir satu sisi, yakni bagaimana kalau bensin dinaikan. Namun, tambah Wapres, orang tidak berpikir bagaimana kalau bensin tidak dinaikan.

“Memang kalau bensin dinaikkan akan ada masalah sedikit. Tetapi kalau tak dinaikan lebih banyak masalah,” kata Wapres.

Dalam pandangan Wapres, seringkali orang hanya melihat soal perbedaan-perbedaan yang ada namun tidak dicari kesamaan yang ada.

Harusnya, tambah Wapres, orang mencari persamaan yang ada, baru kemudian perbedaan-perbedaannya diperbaiki. (*)

sumber : antaranews